08 November 2009

ER - From Perth to Sydney

Bbrp hari yg lalu, gw mengalami 'national emergency' spt yg gw ceritain di postingan terakhir. Nah, untungnya, gw punya yang namanya ER (Emergency Rescuer). Dia khusus dateng jauh2 dari Perth ke Sydney buat kasih advice dan suggestion ttg apa yg semestinya orang2 lakukan dlm hidup mereka, khususnya buat org2 yg mengalami 'emergency matter' kyk gue.

And his name is Ajahn Brahm.

Yup, so he flew from Perth and arrived in Sydney yesterday for 4 days visit. He came to give talks during those 4 days including a meditation workshop that is held today. Tapi, sayangnya gw cuma bisa ikut satu dari 4 talks-nya berhubung waktunya lumayan malem buat gw. Anyway, I still considered that he came to 'rescue' my life and any other lives.

So then he talked and talked and talked. What was he talking about? The topic yesterday is called 'What's wrong with me?' I presumed the idea came from how people used to think that they are not good enough, they are not smart or not good enough in anything they do. But then, Ajahn Brahm said that NOthing is wrong with any of us.

Logikanya begini. Dalam hidup kita, manusia seringkali menyalahkan dirinya sendiri. Atau, manusia sering merasa bahwa dirinya itu 'jelek', ga ada apa2nya, pokoknya jadi seorang manusia yang ga berguna deh. Nah, padahal sebenernya kita tuh ga jelek2 banget. Karakter, kepribadian, cara pandang, tingkah laku setiap orang memang berbeda2 (sering dgr kan org bilang,'setiap manusia itu unik'). Nah, jadi bukan berarti kalo kita melakukan kesalahan, kita itu manusia ga berguna. Bukan berarti kalo kita merasa berbeda dari orang lain, kita itu manusia 'aneh'.

Ditambah lagi dengan kecenderungan tiap manusia utk tidak memuji diri sendiri. Seringkali, kalo kita udah berhasil melakukan sesuatu, tapi kita takut dianggap 'big head', kita trs menganggap bahwa kita ga pantes untuk memuji diri kita sendiri. Kita sering menganggap bahwa semestinya kita ga boleh menganggap diri kita itu berhasil, sukses, atau sejenisnya. Masih banyak org lain yg lebih sukses dari kita, dll. Begitu biasanya orang berpikir. Nah, tapi kalo dipikir2, ga ada salahnya juga untuk 'praise yourself', bilang ke diri sendiri bahwa kita pantes untuk dapet semua hal yang kita punya selama ini.

Karena, apa yang akan terjadi? If you can praise your self, you can praise the others. It's the same as the saying goes, 'What goes around, comes around'.

Contoh konkretnya, to make your self beautiful. Ga cewe ato cowo, seringkali kita ngerasa diri kita itu kurang cakep, jelek, muka lecek, badan pendek, gendut, ceking, dll. Nah, sebenarnya balik lagi ke diri kita. Kalo kita mulai 'praise ourselves' by saying, 'well, gw ga jelek2 bgt koq,' atau 'well, gw pendek sih, tapi justru malah keliatan cute,' atau 'well, untungnya gw masih punya anggota tubuh yg lengkap'. Dari situ, kita bakal bisa menghargai apa yg kita punya, menganggap diri ga jelek2 bgt, dan akhirnya juga bisa menghargai orang lain.

Jadi, kalo ada temen yg suka bilang, 'si A jelek bgt mukanya' atau 'si B kakinya aneh', dll. Gw rasa dia belum bisa menghargai diri sendiri. No offense, but I do have such a friend, a good-looking man with that kind of speech, minus 1 for personality.

Anyway, back to the topic. Jadi, apa hubungannya Ajahn Brahm's talk ama 'national emergency' gw?

Balik lagi ke topic 'What's wrong with me?' with the answer of 'Nothing wrong for having a nightmare'.

Yah, mungkin gw mesti balik lagi berpikir bahwa sebuah mimpi itu adalah hasil dari kekuatan di alam bawah sadar kita. Jadi mungkin memang gw harus menerima kenyataan kalo gw masih harus belajar byk untuk bisa jadi orang yg sabar, forgiving others, toleransi ama yg lain, dll. So, simply, there's nothing wrong with me.

In addition, selama ini gw juga punya satu masalah. Gw sering merasa bahwa gw berada di outer zone of a certain community. Gw ngerasa kalo objective dan cara pandang gw berbeda dari komunitas itu. Tapi, di satu sisi, mereka semua adalah salah satu kumpulan manusia terbaik yg pernah gw ketemu dalam hidup gw. So, I started to create my own dilemma. Either gw mau quit or keep staying in their zone and adjust myself.

Nah, setelah denger Ajahn Brahm kemaren, akhirnya gw decided untuk pergi. Meskipun sebenernya hal ini udah gw pikirin berbulan2 yg lalu, tapi kali ini I determined myself that I will go away and find my own right place. Surely, there will be a right place for me somewhere else in this world coz nothing's wrong for being different to the others.

2 comments:

  1. Following is a comment from one of my dear friends:

    I can't post comment direct in ur blog, dunno why. Anyway, have a look below ^^
    "I dunno why I feel sad when u said to choose "to leave". Even though I dunno which community that u plan to leave, but If u know that that certain community is a good one, why dont u 'TRY' to think in different way. Maybe it's NOT that u r different from others or u can't fit in in that community. BUT bcause u 'THINK' that u r different and so u feel like staying in outer zone of the community. surely in that community will have someone that u can fit in with, without being have to change or adjust ur self. The point here is: 'If u think that certain community is good', then it will be too pity to leave that zone as there will be the good place where u can improve urself. just make it comfortable in ur own way. "

    ReplyDelete
  2. Thanks for the comment. In response to it, I'd like to make some other comments below :)

    Menurut gue, sometimes dalam hidup, kita ga harus terus stay di dalam sebuah lingkungan. Apalagi kalo kita pengen mencoba byk hal baru di dlm dunia ini.

    Misalnya dlm hal kerjaan. Ada org yg puas dgn kerjaan yg stabil dan bergaji cukup, tapi ada juga yang seneng ganti2 kerjaan karena dia pgn nyobain byk hal baru. Same thing, gw ga puas dgn situasi stabilitas yg gw dapetin dr komunitas itu saat ini, karena gw masih pgn melihat byk hal baru, gw pgn challenge diri gw sendiri dengan realita hidup yg lain.

    Gue tau komunitas itu oke, tapi bukan berarti gw harus stay di dlm komunitas itu. Dan gw juga udah berusaha untuk bisa melihat dari perspektif yg berbeda. Tapi sayangnya, gw masih bergumul dgn diri sendiri mengenai hal ini, which brought me into that self-determination.

    Again, ketika kita berada di dalam lingkungan yg bagus, bukan berarti kita harus selalu berada di dalamnya.

    Hidup ini cuma sekali, jadi kenapa ga kita mencoba banyak hal?

    ReplyDelete