25 June 2009

Beyond The Religion: Air vs Garam

Kali ini gw mo share sedikit ttg Buddhism. Gw sendiri adalah seorang Buddhist yg taun kemaren baru di'tahbiskan' sebagai penganut agama Buddha. Why Buddhism? Well, I might share a bit about it then you can have your own thought later on.

Dikatakan bahwa Buddhism sebenernya bukan cuma sebuah agama, tetapi beyond the definition of religion. Sering juga Buddhism dianggap sebagai suatu pengajaran dan filosofi hidup. Seperti di sekolah, kita sebagai murid diajar oleh seorang guru. Di dalam Buddhism sendiri, Siddhartha Gautama adalah sang guru besar yg ajarannya diikuti oleh orang banyak yg percaya dgn ajarannya. Lalu, apa sih ajaranNya sampai bisa dianggap sebagai salah satu agama di dunia?

Tadi gw sebut Buddhism sering dianggap sebagai sebuah filosofi hidup. Dalam pengertian gw pribadi, gw cukup setuju akan hal itu. Menurut gw, Buddhism mengajarkan kita tentang hidup, bagaimana menjalani hidup sehingga kita bisa mencapai tujuan hidup. Sering denger kan kalo kita sebagai manusia punya tujuan hidup? Generally speaking, setiap manusia pasti pengen hidup yg bahagia. Dalam Buddhism, we are guided to achieve the true happiness of our lives. Why happiness? Karena realitanya, hidup manusia itu penuh dengan penderitaan ("Life is suffering"). Contohnya, kita akan merasa sedih kalau keinginan kita ga terpenuhi; kalau kita ngerasa ga cukup dpt kasih syg dr orang tua, saudara, teman, kekasih, atau org2 lain di sekitar kita; kita akan ngerasa kesusahan kalau sedang ada bencana banjir, kebakaran, kriminalitas, dll. Jadi, bisa dikatakan, hidup manusia sering didominasi oleh penderitaan dalam berbagai bentuk.

Selain itu, kita sering kali menderita karena ada rasa kemelekatan (attachment) di dalam diri kita. Misalnya, kita hepi bgt karena baru pny HP baru. Tiba2 beberapa minggu kemudian, HPnya ketinggalan di bus trs kita jadi sedih banget. Nah, rasa sedih kita itu tergantung seberapa 'lekat'nya kita sama HP itu. Kalau waktu kita pny HP itu kita ngerasa sayang bgt ama tuh HP (i.e.: dilap tiap hr, dikasih sarung yg mahal, dll), pasti kita bakal sedih banget. Itu yg namanya kemelekatan, artinya, kita udah melekat ama barang itu. Tapi, kalau kita tidak merasa melekat dgn barang tersebut, kita pasti ga akan sesedih yg digambarkan dgn skenario pertama. Coba kalau HP yg ketinggalan itu bukan punya kita, punya temen kita misalnya, pasti kita ga bakal sedih2 bgt soalnya tidak ada rasa kemelekatan dgn barang yg hilang tersebut.

Di sinilah Buddhism mengajarkan kita untuk bisa mengatasi penderitaan2 tersebut seperti yang tertulis di dalam Dhamma, ajaran Sang Buddha. Kita seyogyanya bisa mengerti bahwa di balik penderitaan2 tersebut, pasti ada sebab penyebabnya, yg kerap disebut Cause and Condition theory. Bukan cuma penderitaan, tapi juga kebahagiaan, semua hal terjadi karena ada sebabnya. Misalnya, kita senang karena kita bisa makan enak, bisa beli baju baru yang bagus, punya mobil mewah, dll. Kondisi kita yang bisa mendapatkan apa yg kita mau tersebut, sebenernya adalah hasil dari perbuatan2 baik kita di masa lampau, atau seringkali dikenal dgn istilah Karma. Simplenya, hukum karma menyebutkan bahwa apa yang kita tanam atau kita perbuat, kita juga yg akan mendapatkan hasilnya. Jadi, kalau kita berbuat baik, kita bakal dpt 'buah' yg baik, tapi kalau kita berbuat yg ga baik, kita juga yg akan dpt hasilnya.

Sering dikatakan bahwa apapun yang kita dapat di dunia ini adalah hasil dr perbuatan kita sendiri dari masa lampau atau masa sebelum kita lahir ke dunia yg sekarang. Trs, pertanyaan yg sering muncul, "gimana donk ngatasin karma buruk yg bakal saya dpt, pdhal saya kan ga tau kl saya dulu itu pernah ngapain aja?" Nah, ada suatu cerita pendek yg cukup menarik buat gw pribadi. Anggep aja, karma buruk itu adalah garam dan karma baik itu adalah air. Pastinya, kita sedikit banyak pernah berbuat baik, berarti kita bisa mengumpulkan sejumlah air, anggep aja kurang lebih satu gelas air. Kemudian, kita juga pny karma buruk alias garam yg akibatnya air yg kita punya jadi asin (rasa asinnya tergantung besarnya karma buruk). Jadi, supaya rasa asinnya ilang, kita tuang air terus menerus sampe rasanya ga kentara lagi. Rasa asin itu akan tetap ada, tapi kadarnya bisa kita kurangi. Nah, maksudnya di sini, supaya kita bisa mengurangi efek dr karma buruk (karena kita pasti bakal tetep dpt karma buruk itu), kita hendaknya terus menerus berbuat baik.

Nah, sampai di sini, gw pgn buat sedikit refleksi ttg Buddhism. Dari beberapa ajaran Buddhism yg gw sebut di atas, gw pribadi ngerasa bahwa semuanya itu sebenernya cukup rasional dan realistic dlm hidup. Seperti hukum Karma yg dianggap sebagai nature law karena mau ga mau, suka ga suka, apa yang kita perbuat, kita akan menanggung akibatnya. Atau juga pengertian "life is suffering", mau ga mau, suka ga suka, hidup kita itu memang penuh sengsara yg buktinya suka buat kita bete, sedih, nangis, tapi di sisi lain, bisa buat kita senang, ketawa, excited, dll. Nah, dengan mengikuti ajaran2 Buddhism yaitu Dhamma, kita bisa menghadapi semua realita tersebut dgn baik sampai kita bisa dapetin yg namanya 'true happiness'. Siapa juga sih yg ga mau bahagia?

Ok deh, lain waktu, gw lanjutin lagi sharingnya :)

24 June 2009

Ketika Matahari Gue Sedang Tertutup Awan - 9 Matahari

Akhir2 ini gw mulai suka baca buku lagi. Dulu, sebelum gw uni di Sydney, gw demen baca buku2 fiksi, tipikal anak2 SMA yg doyan baca buku Teenlit, Chicklit, or other fiction books. Kadang2 gw jg suka baca novel yg agak 'berat' in terms of gaya penulisan atau bobot ceritanya.

Anyway, akhir2 ini gw mulai coba baca2 lagi, khususnya waktu gw di train pas pegi and pulang kerja yg ngabisin waktu sekitar 35 menit per one trip. Ada satu buku yg cukup menarik, karya anak negeri sendiri yg punya nama pena Adenita. Judulnya 9 Matahari. Gw masih belum kelar baca sih, tapi gw mo coba share dikit ttg inti ceritanya.

Ceritanya ada seorang gadis remaja yg pengen banget kuliah sampe lulus jadi sarjana, tapi keluarganya ga mampu buat biayain kuliahnya. Tapi, dia pantang menyerah, dia tetep kekeuh pgn kuliah sampe rela buat ngutang sana-sini buat biaya awal kuliah (i.e.: uang pendaftaran, semester awal, dll). Modalnya cuma Keyakinan bahwa dia pasti bisa lulus jadi Sarjana suatu saat nanti. Dengan modal itu, dia mencoba bertahan hidup di Bandung (karena dia kuliah di Bandung, sdgkan keluarganya di Jakarta) sambil kerja part-time sana sini buat ngelunasin utang2nya. Makin lama, makin numpuk utangnya. Kadang2 dia ngerasa optimis, tapi ga jarang dia ngerasa pesimis bakal bisa survive.

Kenapa 9 Matahari? Dikisahkan di sini, Matari, nama gadis itu, mengasosiasikan impiannya jadi Sarjana sebagai suatu perjuangan menggapai matahari yg notabene nyaris ga mgkn dilakukan oleh manusia karena matahari berada jauh di atas langit sana. Tapi, Matari yakin banget kalo dia bisa menggapai impiannya itu dan bisa jadi Sarjana. Pokoknya, motto 'Pantang Menyerah' bener2 direfleksikan di buku ini.

Moral cerita yg gw dapet so far yaitu kalo kita pengen mencapai ato mendapatkan sesuatu hal, kita harus bisa untuk pantang menyerah sampe keinginan kita terpenuhi. While there is a will, there is a way. Seperti yg pernah gw bahas sebelumnya, kita harus bisa jadi orang yg 'anti-gagal' alias selalu menganggap kegagalan sebagai suatu jalan yg semakin mendekatkan kita kepada suatu keberhasilan.

Well, honestly speaking, akhir2 ini gw lagi cari2 kerjaan baru tetapi selalu ga ada panggilan or interview. Bisa ditebak, makin lama gw makin pesimis kl gw bisa dpt kerjaan baru yg sesuai dgn keinginan gw. Tapi, kl dipikir2 lagi, sebenernya pasti ada jalan buat bisa ke sana. Pada akhirnya, pasti gw bisa dapet keinginan gw dgn bermodalkan keyakinan or confidence diikuti usaha2 yg hrs terus gw lakukan.

Like in Buddhism, there is a philosophy of cause and condition for all things happened in our lives. Jadi, pengertian gw dlm hal ini, kalo gw terus berusaha (cause), pada akhirnya gw pasti dapet hasil (condition) dari usaha2 gw itu.

So, I think, I should be like Matari. Pantang menyerah tapi moga2 ga sampe ngutang baik dlm bentuk materi atau utang budi. Hehe...

19 June 2009

Sial atau Karma?

Yang namanya hidup, ga mungkin hepi terus. Kyk pepatah lama bilang, hidup itu kyk roda yg berputar, kadang lu bisa di atas (alias hepi) kadang lu bisa di bawah (alias sedih or sengsara). Nah, beberapa hari ini gw merasa gw lg berada di putaran roda yang bergerak turun.



Let me tell you the stories.



Kemaren, pas gw lg semangat jalan ke tempet kerja, gw ditubruk ama orang dari belakang. Jadi situasinya begini, memang stlh gw turun dr train, pasti banyak bgt org yg bakal jalan cepet2 alias buru2 mo masuk kantor ato tempet kerja. Nah, waktu pada lg buru2 ini, seseorang ada yg nubruk gw dr belakang, kyknya dia juga buru2 gitu, tanpa bilang apa2. Pas gw nengok ke belakang, orgnya udah ga tau kemana. Dan hasil tubrukannya itu membuat sepatu kiri gw lepas, tp untungnya ga sampe buat gw kejungkal ke depan.



Then, waktu gw jalan balik pulang rumah, pas along the tunnel of train station, gw kesenggol lagi. Kali ini, orgnya nyenggol payung gw. Dan hasilnya, ujung payung gw patah, tp untungnya payungnya masih bisa dipake. Moga2 tetep awet deh tuh payung secara akhir2 ini cuaca ujan terus.



Kesimpulan gw, I don't know what's wrong with these people. But please, I know you guys are in hurry, at least, would you please pay attention to the road of which you're walking on? Seriously, it is important for your own safety and the others. Geesh...



Next, hari ini gw dapet result ttg skills assessment buat nci gw. Shortly speaking, this assessment is important for applying a Permanent Resident visa to Australia. Then, the result showed that it is unsuccessful. So, I'm quite disappointed. Tapi, hr Senen nanti, gw mau minta tolong temen kerja gw buat review assessment result itu. Karena, mstinya sih masih bisa di-argue lagi. But, well, we'll see how it will be...



Then, just happened, I got a call from someone asking a person named Yenny Lucas. Well, obviously my name is Yenny but that's not my surname. Trs gw penasaran sama nomor itu, karena lately I'm applying for some jobs. Dan ternyata, nomer itu berasal dari salah satu employer yg gw applied (gw tau karena gw prnah telp sebelumnya). So, I don't know what's going on, yet apparently, it's just been something that she called me with wrong name :(



Well, kesimpulan gw, mgkn ahkir2 ini bukan waktu yg bener2 bagus buat gw. Apalagi, bbrp minggu terakhir ini gw emg cukup stress ama kerjaan secara dua org tmen kerja gw lg pada cuti. But well, they will return on Monday, so I just hope that everything will get better. On the other hand, gw jg lagi nyari2 kerjaan baru, karena basically, gw ga trlalu comfy lagi about my current job and I'm looking forward to pursue my career in one particular field, Accounting. Dan skrg ini, gw ga kerja di field itu, jadi gw lg mo coba utk cari kerja di bagian itu.



Then, yesterday I went to PricewaterhouseCoopers Indonesia seminar. A representative from PwC Indonesia has come to my uni, UTS and she talked some stuff about PwC and the opportunities available there. Jadi awal ceritanya, temen gw, mantan ketua PPIA (sebuah organisasi pelajar Indo) sent me an email informing this event. Trs, gw contact dia krn gw jg udah lama bgt ga contact dia. Then, dia cerita katanya representativenya itu kenalannya dia gitu. So, shortly speaking, gw dtg ke seminar itu and I got quite a lot of things. Trs gw sbnernya tertarik bgt sih utk join ke 'Big 4' firm. Dr dulu temen2 gw udah pada suggest kyk gitu, tapi krn situasi gw wkt itu kurang memungkinkan, jadi gw ga mikirin lagi chance itu. Dan skrg, gw jadi mulai berpikir, while there is a chance, why I shouldn't go for it. So, just didn't want to miss any opportunities, I dropped my CV yesterday and had a little chat with the representative.

The positive thing is, meskipun ga jelas kesempatan gw sebesar apa utk bisa join that big firm, tapi gw jadi ngerasa bersemangat. Semangat dlm arti ngerasa yakin akan kemampuan gw dan ngerasa mampu ngatasin hal2 yg gw rasa ga mungkin. Gw jadi ngerasa bahwa dengan usaha dan keyakinan, gw pasti bisa dapet apa yg mau gw capai selama ini. Tapi, tentu aja, ada satu faktor lagi yg mst dijalanin, yaitu doa. Nah, rasa2nya karena gw ud usaha, skrg jg ud pny keyakinan (or confidence), kyknya skrg saatnya buat berdoa alias berharap yg terbaik dari usaha gw yg terbaik.

"Prepare for the Worst, Hope for the Best, and Expect to Compromise"

16 June 2009

Frozen @ Blue Mountain

Ga kerasa, gw udah ngelewatin another weekend. Dan kali ini, gw, Vannia, n tmnnya yg di Syd namanya Anto, pergi ke Blue Mountain, yg jauhnya kurang lebih 2 jam perjalanan dr Sydney.

Sebenernya, sebagai Sydney resident for 3.5 years, gw udah pernah ke sini 2 kali. Tapi, emg mgkn gw ga jodoh, tiap kali ke sana, selalu foggy ato berkabut gitu. Jadi, pemandangan yg bisa gw liat, cuma ujung kaki gw doank ama penglihatan berjarak ga lebih dari 30 cm dr mata. Kabutnya tebel banget, jadi gw ga prnh sightseeing like the other people usually do.

Jadinya, sblm gw nyampe ke sana hr Sabtu kemaren, gw udah smpet mikir, jgn2 bakalan ujan n berkabut lagi nih. Mana cuaca emg lagi dingin2 gini. Tapi, untungnya, cuacanya fine2 aja, malahan smpet sunny juga meskipun pas udah sampe di sana, udara n anginnya dingin bgt bener2 kyk lg di dlm kulkas.

Tujuan pertama kita yaitu Katoomba. Tempatnya kyk sebuah kota kecil yg penuh dgn toko2 di pinggir jalan dan beberapa blok rumah2 penduduk sekitar. Kalo kata Vannia, suasananya mirip kyk di Belanda, classic n dingin2 mendung gitu. Di sana, kita bakal ngunjungin yg namanya Three Sisters, tiga bongkah batu yg menjulang tinggi dan berjejer horizontally di antara rangkaian lembah2 yg bentuknya kyk gelombang kain sutra kl diliat dr atas. Overall, pemandangan yg ditawarkan dr Three Sisters dan bukit2 di sekitarnya bagus banget. Belum lagi ditambah langit yg terang berwarna putih kebiru2an sampe kita bisa liat awan2 tipis yg semburat di wajah langit.


The Three Sisters

Alkisah, tiga batu ini adalah tiga gadis bersaudara yg jatuh cinta dgn tiga lelaki dr suku lain. Tetapi, hubungan mereka ditentang oleh kepala suku para gadis, akhirnya mereka pun dikutuk menjadi batu supaya mereka ga bisa berhubungan lagi dgn para lelaki idaman mereka. Sayangnya, si pengutuk tewas terbunuh, sehingga sampai skrg, ga ada yg bisa mengubah tiga gadis tersebut utk balik ke wujudnya semula. Ini adalah salah satu versi cerita yg gw baca dr brosurnya. Menarik juga...

Nah, krn kita bertiga penasaran pgn liat tiga batu ini dr deket, kita akhirnya turun gunung melewati jalan setapak yg melingkar2 yg udah dibuat supaya para turis bisa berolahraga sedikit dgn bushwalking. Di sisi jalan setapak, byk terdapat pohon2 berakar raksasa, bahkan ad bbrp pohon yg ga menempel di tanah. Jadi, akar2nya aja yg nempel di sebelah sisi jalan, sdgkan batangnya berdiri kokoh seakan2 melayang di atas jalanan. Kurang lebih begitu gambarannya. Ad juga dinding2 jalan yg berasal dr bebatuan granit yg warnanya cokelat kemerah2an, kyk warna batu2 yg biasanya ad di gua.

Selain itu, kita juga did cliff walk yg di sisi kiri-kanan jalan setapak yang dipenuhi dgn pohon2 berbagai macam teh (itu yg gw baca dr papan informasi yg ada di sana). Ada juga waterfall yg bagus banget, bentuknya natural. Pokoknya, kl liat waterfall, gw teringat ama air terjun yg biasanya ad di film2 khususnya film2 Indonesia yg berkisahkan legenda2 dan hikayat jaman Bawang Merah-Bawang Putih, Anak Seribu Pulau, etc. Hehehe....

Tapi, gw ga tahan deh lama2 di udara luar soalnya dingin banget. Sebelum ke sana, gw sempet cek weather forecast, bilangnya suhu minimum 1 degree and maximum is 10 degree Celsius. So, I reckon, it did reach below than 5 degrees as it's freakin cold. Brrr....

10 June 2009

I Do Like this Monday

Sperti yg udah gw ceritain sebelumnya, weekend kemaren gw dapet ekstra libur sehari, yaitu hari Senin, 8 June 2009 yg bertepatan dgn Queen's Birthday.

Rencananya, gw bakal ikutan acara BBQ yg diadain temen2 uni gw secara salah seorang dari kita akan balik Indo for good, yaitu Yohan atau akrab dipanggil Nini.

Nini ini temen satu SMA am gw, yaitu SMAK 5. Dulunya sih kita ga deket, coz dia msk kelas IPA dan gw ad di kelas IPS. Tapi, semenjak kita satu uni bareng di Sydney, kita jd suka ktmu dan tmn2nya pun ga beda jauh, alias itu2 juga hehe...

Dia anaknya pinter tapi santai, alias ga suka show-off ato saing2an nilai. Gw paling males tuh liat org yg pinter tp tingkat competitivenya jg tinggi. Atau org pinter n rajin, tapi males bagi2 ilmu, kl ditanya jawabnya 'ga tau, gw blm bljar sampe situ' pdhal ud ngelahap satu buku. Well, kl Nini, beda cerita. Setau gw, dia bukan tipe rajin belajar stiap hari, tp tetep responsible am tugas2 and serius belajar kl mo exam. Dgn nilai2 yg rata2 Distinction (alias 75-80an), dia bisa dikategorikan smart intelligent gitu deh.

Sygnya, dia mst balik ke Indo for good, alias ga balik2 Syd lagi. Tapi, katanya sih dia ud smpet dpt panggilan di KPMG Indonesia. So, pesan terakhir buat Nini, "Good Luck, Ni. Being smart n always work hard will lead you to a big success."


~ Me 'n Nini ~

Nah, acara BBQnya sndiri berlokasi di rooftop Unilodge, sebuah apartment yg ditujukan utk students yg kalo ga salah pemiliknya itu UTS (jadi semacam akomodasi gitu deh). Rooftopnya lumayan oke, secara kita bisa ngeliat pemandangan Sydney city hampir keseluruhan. Khususnya UTS Tower (tentu saja) yg keliatan jelas bgt, ditambah gedung2 E&Y, World Tower, AMP Tower, etc yg bisa keliatan dr kejauhan.



Keseluruhan acara sih berkisar ttg makan, ngmg, bakar, makan, ngmg, bakar, makan, makan, makan. Gila, rasanya ga abis2 tuh mknan, ada marinated lamb (hasil karya Dani) yg enaknya mantep bgt, ada daging sapi, pork, ditambah baso, jamur, sosis yg ditusuk2 kyk sate. Plus ada satu rice cooker (maklum org Indo rada gatel mulutnya kl ga mkn nasi) n salads2 (biar keliatannya healthy sedikit gitu, lol). Pokoknya, perut kenyang hati senang.

Dan, awalnya gw mo cabut duluan, ehh abis itu temen gw lsg keluarin cheese cake yg dia bawa dr tempet kerjanya di Michel's Pattiserrie. Dasar tuh anak, tau aj gw suka laper mata liat yg namanya mknan nganggur, akhirnya gw ga jadi balik duluan deh. Dan beginilah akibatnya makan cheese cake yg enak bgt. Gw yg tadinya ga gt doyan, jadi ngiler berat....

09 June 2009

FUNday on SUNDAY

Ritey... it continues to Sunday Funday, as last Sunday has been a really fun day for me :)

Akhirnya gw ketemuan jg ama tmn gw yg dtg dr US. Pertama, kita ktmuan di salah satu shopping centre di city. Sambil ditemenin ama nyokap n tantenya, kita ngobrol2 santai di sebuah kafe. Tapi ga lama kemudian, sayangnya mrk ud hrs pulang ke rumah. So, we made another meet-up on Sunday in Darling Harbour.


Ternyata, di Darling Harbour lagi ada yg namanya Jazz & Blues Festival. Jadi, di sekitar Tumbalong Park, sebuah taman luas di samping Darling Harbour, di pinggir sungai, di sebelah shopping centre Harbourside, byk bgt panggung2 kecil yg nawarin konser2 jazz yg asik tapi santai. Blum lagi, byk juga pengamen2 jalanan yg nawarin atraksi2 menarik kyk di sirkus2 gitu, sperti org bersepeda dgn satu roda, org yg bisa niupin api, dll. Ditambah lagi, Sydney Sky View, sebuah komedi putar raksasa yg ud selesai dibangun n berdiri gagah di depan Chinese Garden and Sydney Convention Centre. Sbnrnya sih menurut gw, penempatannya kurang strategis, krn kesannya jadi kyk maenan biasa yg ad di Dufan ato taman hiburan pd umumnya. Mungkin mstnya dibuat sebuah area khusus kyk Singapore Flyer, jadi bisa narik pengunjung lbh byk ato istilah straightforward, bisa 'nipu' tourists2 dengan higher charges hehe...

Anyway, akhirnya hr Minggu kmrn, gw nemenin tmn gw jln2 keliling city sambil ditemenin salah seorang tmnnya yg pindah dr SF n ambil Master course di Sydney . Sorenya, kita pergi ke Circular Quay buat nunjukin mahakarya seorang arsitek yg sering bgt ditunggu2 para turis buat dikagumi, yaitu apalagi kalau bukan, Opera House. Untungya, kita sampe sekitar jam 5, which means the sky is getting darker, jadi warna langitnya bagus bgt khas warna senja yg orange and kemerah2an. Tapi, itu juga dibarengin am angin yg kencengnya minta ampun, ngebuat badan jd menggigil n suhu udara menurun drastis I guess.

Tapi gpp, rasa dingin itu jadi terlupakan karena pemandangan Sydney City yg keren bgt ketika akhirnya langit jd gelap sepenuhnya. Dari bagian atas Opera House, kita bisa ngeliat hampir keseluruhan pemandangan Sydney City yg penuh dgn gedung2 tinggi ternama, mulai dr hotel bintang lima sampe gedung perkantoran kepunyaan international companies. Selain itu, ternyata saat itu, Opera House lagi disorot ama seberkas cahaya dr seberang, yaitu dr gedung Overseas Passenger Terminal. Cahayanya berwarna hijau yang bentuknya, kalo anak bule blg, mirip bakteri.


Setelah itu, kita pun beranjak ke daerah The Rocks, yg letaknya di sisi lain Circular Quay, berseberangan dgn Opera House yang dibatasi dengan Sydney Harbour. Di sisi kanan jalan menuju The Rocks, terdapat sebuah museum yaitu, Museum of Contemporary Arts. Nah, uniknya, gedung ini juga lg disorot oleh berkas2 cahaya yg kyknya berasal dr daerah Opera House. Cahayanya bisa berganti2, pertama oranye, kemudian merah seperti warna dinding bata, hijau, ungu, dll. Begitu juga dgn Opera House di seberang sana, cahayanya jg berganti selang bbrp menit.

Begitu juga The Rocks yg entah kenapa, penuh dgn lightning di mana2. Bangunan2 yg berada di sana layaknya bangunan2 zaman kolonial atau bergaya Eropa. Jadi, byk terdapat cafe, bar, dan restoran ala Western style, even toko2 branded like Luis Vitton, Burberry etc numplek di The Rocks. Jadi, bayangin aja pemandangan yg ditawarkan oleh sinar2 cahaya yg disorot ke beberapa bangunan, seakan2 ad sebuah lukisan bayangan yg dihasilkan oleh perpaduan warna dan bayangan pepohonan di sekitarnya. It is really Biu-Ti-Pul...

Ternyata, usut punya usut, di Sydney emg lagi diadakan sebuah festival, namanya VIVD Sydney. It is an international music and light festival that is held up to 14 June. Jadi, ga heran kalo gw bisa nemuin Jazz Festival and heaps of lightnings around buildings. Penasaran? Nah, kalian bisa liat bbrp2 foto yg gw ambil dr Internet. Dan gw bisa bilang, pemandangan aslinya ga kalah keren ama foto2 yg mungkin ud diedit sampe jd keren bgt kyk gitu.









































08 June 2009

Long Weekend Starter

Bertepatan dengan perayaan Queen's Birthday on 8th June 2009, gw jadi dpt 3 hari buat weekend kali ini.

Shortly speaking, long weekend, long story :)

Dimulai dari hari Sabtu pagi yang gw awali dgn medical check-up. It's just a general health check with undertaking blood test as my mom keep nagging me to do it, just in case if I've got diabetes (due to over-consumption of sugar, lol). So, to make her happy (then I can probably scan n email the result to her later on), I'll do what I need to do. As I've been a Australian permanent resident, I've got some sort of general health insurance, so I thought I dun need to pay anything for the medical check. Yet, apparently, I went to the wrong medical centre. It's because I was required pay $40 (and I can't claim it back), then another $34 when I come back to get the result on next few days. Means, I have to pay around $70s for the medical check.

D-a-m-n...

Well, kemudian gw coba berpikir positif. Itung2 buat kesehatan, jarang2 gw keluar duit, jadi yah masih fair dech (mskipun dlm hati, gw ud mikir ga bakalan balik lg ke tempet itu). Stlh kelar medical check, I went down to Gloria Jeans to get some late breakfast (secara gw ga mkn dr mlm sblmnya, kali2 ngepek buat health check). Kemudian, gw bli small hot chocolate n raisin toast. Kemudian, something bad happened when I looked straight to the opposite of the shop which is nuts shop called Nuts Galorie.

Perhaps, I should tell y'all this one first. On Friday, my colleague showed me an email from client that is dedicated to my boss. She's responsible for collecting payments from client, especially for whom still got the outstanding amount payable to us. This client is supposed to pay us for $500 and my colleague had given time-extension up to 4 weeks. As the payment was due last week, she emailed client to remind him about the payment. Then, here's what client wrote to my boss:

Dear Chris,

Thank you for your email. However sir, I want to say something to you. As you know, I want to go back to my country but I don't have enough money. Then, suddenly there was a special fare to Bangladesh which is $800 lower than usual.
Then, I couldn't control myself and I bought one for me, and I am going overseas on September. So, I don't have money to pay you sir. Thank you for your attention, sir.

God bless you.


Then all of us were laughing after reading this email as he had been too honest telling us that he couldn't control himself to get a ticket to overseas, while he's supposed to pay us obviously before bought the ticket. Ckckck....

Anyway, back to my story in Gloria Jeans. So, something bad happened. Really really bad. Coz I'd been addicted to toasted corn that is sold in that nuts shop. Then, after half-an-hour staring the shop, thinking, analysing the cost-benefit of getting it, I couldn't control my self to buy the 100 gr toasted corn for my second breakfast after raisin toast.



100 gr Toasted Corn Chilli-Cheezy

I'll tell u later why this nyummy-crunchy thingy has become something really2 bad for me. Well, apparently, gw doyan bgt ama toasted corn ini yg rasanya macem2 yaitu, BBQ, Chilli and Cheezy. Sblmnya, gw cobain yg rasa Chilli, rasanya pedes bgt, bnr2 pedes rasa bubuk cabe. Tapi, mslhnya, skali ud mkn, ga bisa berenti! Pgnnya mkn trs ampe ludes. Blajar dr pngalaman itu, gw bli yg dicampur am rasa cheese, biar pedesnya ga amit2 kyk dulu. Tapi kenikmatannya tetep mantep! Jadilah gw nongkrong lg di Gloria Jeans ditemani brg2 spt di bwh ini:

FYI, toasted cornnya ampe nyaris ludes seketika

Well, stlh gw akhirnya kenyang jg mkn breakfast yg notabene gw kelarin jam 12 siang, gw pun akhirnya beranjak ke shopping centres dgn tujuan cari kado. Sambil ditemenin salah seorang tmn uni gw, kita pun hunting ke Myer n toko2 terdekat. Kebetulan bulan ini ud mulai byk EOFYS (End Of Year Sale), jadi di mana2 rame bgt am org2 yg pd rebutan brg2 sale. Dan hasil pencarian gw pun menjadi sepasang sepatu hitam that I bought it for myself. Artinya, gw ga dpt kado yg gw cari. The moral story is, don't try to buy a gift within sales period coz what you bought will be 'a gift' for yourself.





05 June 2009

She IS in Sydney!!!

Surprise Surprise!

I was totally surprised when I found out that my friend from United States is coming to town! and she's here now! in Sydney!

So, it happened when I logged in to Facebook after a week, then I got a couple of msgs and some postings from one person. She told me on Sunday, 31st May that she's coming to Sydney on 3rd June and she asked for my mobile.

I couldn't believe my eyes when I read that msg yesterday. Seriously it was such a BIG surprise for me!

So, this is what happened...

1. She is an Indo-Dutch and I met her at primary school in Indo

2. Then she moved out to Netherlands ever since she was in secondary school

3. Since then, we just met once in Indo when she came back for holiday and I was still in Indo at that time

4. Then, she moved out to SF since high school (I guess), while I'm staying in Sydney for uni and work until now

5. Comes to my conclusion that, we'd never be able to meet up, unless we arrange our holiday together to return to Indo at the same time (which is quite impossible, considering our own schedules).

But, look what's happening....

She IS in town!

W-o-w...

Anyway, it's not really a good news actually, coz she's coming to see her grandma, who lives in Sydney, is seriously ill now.

Seriously, I'm still shocked for believing that I can see her in Australia, while it looks like she's living in "north pole" and I live in "south pole"...

You know what, the moral story is:

You'd never know what can happen in the future, even tomorrow!

The 6 Dimensions of The Top Achievers - Arthur F. Carmazzi & David M. Rogers

Lanjutan dari posting gw sebelumnya, gw smpet baca buku ini satu buku penuh wkt gw iseng2 mampir ke Sydney City Library. Then I tried to make a brief summary here to what I read and it might give us some understanding or helpful tips for achieving success in our life.


Buku ini secara singkat ngejelasin 6 Dimensi yang harus kita lakukan kalau mau jadi orang sukses. Mungkin similar ama buku2 yg suka nawarin cara2 menempuh sukses, still, buku ini menarik bgt buat gw. Diceritakan seorang Senior Manager yg msh berusia 29 yrs old, mulai bosan ama hidup n pekerjaannya, dan suka ngrasa org2 lain yg kliatannya lbh 'bodoh' or lbh muda darinya bisa jauh lbh sukses dibandingin am dirinya sndiri. Dia mulai bertanya2 apa sebabnya. Kemudian, mulailah perjalanan dia mencari jawabannya. Dimulai dgn transfer kerja ke Singapore, ketemu client yg notabene berusia lbh muda bbrp tahun tapi telah mjd seorang pengusaha catering sukses di Singapore. Dari client inilah, dia mulai belajar ttg 6 Dimensi, yaitu Anti-Gagal, Disiplin, Motivasi, Persuasi, Visibilitas, dan Finansial.

1. Anti Gagal

Anti-Gagal maksudnya bukan berarti ga boleh gagal. Melainkan, kita sebaiknya memberdayakan kegagalan yg kita alami menjadi suatu pelajaran berharga untuk bisa mencapai kesuksesan. Dimulai dr rasa percaya diri yg harus ada, untuk bisa menumbuhkan ato mengembangkan potensi dalam diri kita. Kemudian potensi kita akan membuat kita melakukan suatu tindakan yang nantinya membuahkan sebuah hasil. Hasil ini juga akan mempengaruhi besar keyakinan kita akan suatu hal atau dgn kata lain, mempengaruhi rasa percaya diri kita dan kemudian berputar kembali spt siklus. Intinya, sebuah hasil dari suatu tindakan kita yang ternyata tidak sesuai dgn harapan kita, bukanlah suatu kegagalan, melainkan sebuah pelajaran berharga untuk memajukan diri kita sendiri sampai mencapai tingkat sukses.


Yang cukup menarik, disebutkan juga ajaran Sang Buddha yang mengatakan bahwa "Hidup itu penuh dengan penderitaan", dan kalau kita bisa memahami penderitaan yang kita lalui, pada akhirnya kita akan bisa melampauinya. Mungkin maksudnya, dengan terus mengalami kegagalan, dan memahami bahwa kegagalan itu adalah suatu pelajaran, lama kelamaan kita akan bisa menjadi anti alias kebal dengan kegagalan.

2. Disiplin

Kemudian untuk mencapai suatu kesuksesan, kita harus pny yg namanya kedisiplinan diri. Selalu konsisten terhadap apa yang seharusnya kita kerjakan (juga tanggung jawab), juga seyogyanya kita bisa pny skills in terms of manajemen waktu, organisasi, dll. Bisa dimulai dari hal-hal kecil yg kerap kita lakukan setiap hari, contoh paling gampang bangun pagi. Dikatakan bahwa dengan bangun lebih awal (dan tidur cukup tentunya), kita bisa menjalani hari dengan bersemangat dan penuh energi, karena kita bisa merencanakan aktivitas kita dgn baik mulai dari pagi hari.

Selain itu, kita juga harus selalu menyelesaikan apa yang udah kita mulai. Ini menunjukkan konsistensi kita terhadap orang lain atau diri sndiri. Misalkan, kita telah berjanji kepada salah seorang colleague untuk membantunya menyelesaikan suatu project. Ternyata, kita sibuk dan mulai merasa bahwa project itu sbnrnya bukan bagian dari tugas kita. Well, sebaiknya kita tetap membantunya, sesuai dgn apa yang telah kita katakan sebelumnya. Tentunya, ini juga mempengaruhi rasa kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Jadi, sebaiknya, always get done to what you have started.

3. Motivasi

Seringkali, kita merasa tidak termotivasi dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya, kita mulai merasa bosan dgn pekerjaan kita, dan mulai merasa bahwa apa yang kita kerjakan sptnya tidak bermanfaat untuk mencapai tujuan hidup kita. Dikatakan bahwa sebenarnya hal-hal terkecil sekalipun yang kita kerjakan mempunyai manfaat untuk hidup kita. Masalahnya di sini adalah cara berpikir. Di mana setiap hal mempunyai dua sisi, yaitu sisi terang dan sisi gelap.

Kalau kita merasa pekerjaan kita tidak relevant, bagaimana kalau kita mengubah cara pandang dengan melihat sisi positif dari pekerjaan kita. Misalnya, mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja, juga bisa meningkatkan kualitas dari hasil kerja dan mempersingkat waktu pengerjaan, karena seyogyanya kita telah lebih memahami apa yang harus dikerjakan dan dapat mengerjakannya hingga optimal. Jadi, untuk hidup kita generally, kita akan pny high skill in terms of providing high quality and efficient result.

4. Persuasi

Dikatakan bahwa kita sebaiknya pny keterampilan berbicara di depan publik sehingga kita bisa mempersuasi orang (in positive thing, of course). Kemampuan berkomunikasi dengan baik itu sangat penting, karena kemampuan ini bisa memberikan dampak signikan terhadap tingkat kesuksesan. Misalnya, kita sedang merintis sebuah usaha yang menjual alat-alat elektronik. Layaknya seorang salesman atau pedagang, kita mulai menawarkan produk2 tersebut kepada orang2 di sekitar kita, termasuk orang2 yg baru kita kenal. Jika kita tidak berkomunikasi dgn baik, kita tidak akan bisa meyakinkan mereka untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Selain itu, kita kerap kali memberikan informasi terhadap 'calon pembeli' ttg apa yang kita inginkan jika kita bisa menjual produk tersebut. Semestinya, kita bertanya dulu kepada mereka ttg apa yang mereka butuhkan, kemudian mengarahkan mereka sehingga seakan2 mereka membutuhkan barang yang ditawarkan. Ini bukan manipulasi, melainkan mencoba memahami apa yang dibutuhkan oleh 'calon pembeli' dan mencoba menawarkan solusi pemenuhan kebutuhan dengan produk yang ditawarkan.

Dan sebelum bisa mempersuasi orang, sebaiknya kita memahami dulu karakter dari lawan bicara kita. Apakah dia lbh fokus terhadap visual (gambar atau imajinasi), audio (suara) atau kinetik (sentuhan, perasaan). Atau, apakah dia orang yg fokus terhadap org2 di sekitarnya (cth: aware dgn produk2 yang lg in krn temen2 juga pny produk itu), fokus trhadap aturan2 yg berlaku dlm masyarakat, atau orang yg suka pny byk konsep dan sering kali 'memaksakan' org lain untuk ikut serta dlm mewujudkan konsep2 tersebut. Dengan adanya pemahaman tersebut, kita baru bisa memberikan suatu pengaruh yang efektif.

5. Visibilitas

Visibilitas itu penting untuk orang sukses atau dalam perjuangan mencapai kesuksesan. Kita butuh yang namanya Public Relation. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa kita sebaiknya punya skill utk berbicara di depan publik. Nah, misalnya aja, kita lagi berada di salah satu seminar, undangan, atau sebuah event yang mengundang cukup byk org sukses, terkenal, dll. Kalau kita pny keterampilan berbicara yg baik, kita bisa melakukan pendekatan dgn org2 tersebut. Dan, who knows? Mungkin, di masa depan, salah satu dr mereka bisa membantu kita dalam perkembangan bisnis kita atau membantu kita untuk leveraging our reputation.

6. Finansial

Tidak lepas dari kelima dimensi, yaitu dimensi finansial atau keuangan. Ya, money is important. Bukan berarti kita mst memprioritaskan uang, tapi di sini diartikan bahwa kita seharusnya pny pemahaman bahwa keperluan keuangan itu penting. Apapun definisi uang, entah sebagai alat tukar, alat pemenuhan kebutuhan, melambangkan kebebasan, suka cita, dll, uang memang dibutuhkan. Tapi, ingat, kita harus bisa mengelola uang dengan baik dan benar.

Disebutkan prinsip-prinsip dasar ttg uang, seperti pemahaman dasar bahwa uang itu penting; pengeluaran harus selalu lebih kecil daripada pemasukan; kelebihan pemasukan (setelah dikurangi pengeluaran) hendaknya ditabung; jumlah tabungan hendaknya dijadikan investasi (i.e.: saham, obligasi, income property, reksa dana); dll.

Investasi itu dikatakan penting, jika kita ingin mencapai tingkat jaminan finansial sampai tingkat bebas dr mslh finansial. Oh ya, disebutkan jg bahwa kita harus ingat dgn istilah Compounding Rate and Dollar Cost Average. Misalnya, compounding rate mengingatkan kita untungnya berinvestasi atau menabung sejak dini. Misalnya, jika kita menabung $200/bulan sebelum usia 30 th, kita akan bisa mendapatkan uang sejumlah kurang lebih $700 ribu pada umur 65. Intinya, semakin dini kita menabung (dgn jumlah uang tertentu), kita bisa mendapat jumlah yang lumayan di hari tua dengan catatan akan adanya compounding rate.

Diingatkan juga untuk selalu mengatur keuangan kita. Bisa dimulai dengan cara sederhana, seperti membuat tabel berkolom 2, yaitu Cash Inflow and Cash Outflow setiap bulan. Dari situ, kita bisa mengontrol dan memprediksi jumlah pengeluaran yg dibutuhkan dan jumlah uang yang bisa ditabung / diinvestasikan.

Well, begitulah kira2 summary gw ttg buku itu. Overall, gw tertarik bgt ama prinsip2 yang disebut di dalam buku. Prakteknya sih pasti ga segampang nulis, tapi ga ad salahnya kan kl gw mulai coba dr skrg. Ga usah muluk2, dimulai dr rasa percaya diri yang hrs dikembangkan biar bisa jadi manusia anti-gagal :)

03 June 2009

Pretend-to-be-sick Day

Hari ini gw ga masuk krja, alasannya karena...

truth: bgn jam 8.30am which is the time that I have to be in the office everyday

lie: gw mules2 gara kebanyakan makan cabe, n mst bolak-balik ke wc, jadi pny sdikit alasan buat call sick and told them that "I think I've got diarrhea"

Then, just after I called my office, I was trully mules, n mst bolak-balik ke wc 2 kali tadi pagi. What a karma...

Anyway, my activities for the day were having lunch with my uni friend at Cafe Kasturi, located around the corner and facing the big street, George Street. Cafe ini ngejual makanan2 Asia, khususnya Malaysia dan sedikit Indo (krn sdikit byk mknannya similar). Rasanya lumayan oke, porsinya sesuai standar, dan gw cukup puas dgn mst ngebayar about $15 for the meal. Mskipun memang sdikit mahal dibandingin am rasanya yg std, tapi suasananya jg lmayan oke, tenang, ga ribut, jadi bisa ngobrol n mkn peacefully.

Then, I walked down alone to Sydney City Library. Sembari ngabisin waktu aja, karena ga tau mo ngapain n gw ga mo wasting money buat shopping for the EOFYS (End Of Year Sale). Gw prnah ke library ini dua kali, tapi wkt itu ga prnah sampe baca bukunya, krn wkt itu cuma nemenin tmn gw aja minjem buku.

So I went down to Indonesian books section which is located at the very end of the corridors. Trs gw mulai cari2 buku yg keliatannya menarik mskipun most of them ud cukup 'out-of-date' krn kebanyakan dr buku2nya itu sumbangan dr anak2 indo yg ud for-good n syg buat buang2 buku. Then, I found this interesting book to be continued, titled "The 6 Dimensions of The Top Achievers".

to be continued...

02 June 2009

Having a 'grumpy mind'

Today is another day that I'm thinking to get re-focused on my driven-life goals. Well, apparently now, I do have some goals that I want to achieve during the year 2009, but when I look back at the intention or the purposes of those achievements, I can't get a linear equation of what I should do for my entire life, in terms of career and family (esp. career).

D-a-m-n it! I still can't find any clue of what I can do and like to do and stick with it so that I can do it for my life or be able to do it to the max!

Aarrgghh.... I hate to be confused yet I always get confused with my life :|

Okay... breath in... breath out... breath in... breath out...relax... (theoretically)

01 June 2009

Weekend Stuffs

Perhaps, for some people, weekend is time to relax or take a good rest at home. While, for me, weekend is busier and more tiring than weekdays. Why? Coz I usually get myself busy, like go to the city in the morning, have lunch with friends or boyfriend, do music practices in the afternoon, then having dinner with friends and will be home around 9 or later. The following morning, which is on Sunday, I need to wake up in the morning with intention to join the chanting on 10 o'clock, while I usually end up come to the temple around 11 o'clock. Then, stay in temple for lunch, cleaning-up, do another music practice, having dinner, and be home around 9 o'clock or later.

Gee...am I kinda stuffed up on weekends? Well, for me, it's better than doing nothing at home...

Oke..now go to this weekend stuffs.

Sabtu kmrn, gw pergi ke 'House Warming' temen temple gw yg letaknya di area Aero Apartments @ Church Avenue, Mascot. Nothing really special happened, it's like another gathering, makan2, maen2, trs pulang. Impression gw, apartmentnya lmayan ok, simple bgt, ga byk barang atau perlengkapan rumah, yet it still looks good. Trs mlmnya, cowo gw nemenin gw balik ke rumah. Selama di train, dia crita byk ttg kehidupannya, juga ttg anak2 temple yg notabene ud kenal slama 4 taonan, sdgkan gw baru kenal mrk kurang lebih setaon.

Dari crita2 dia, gw found out that everyone has their own story, their own journey with various problems that had been faced and been solved. For instance, gw baru tau bahwa ad tmn gw yg ud ga pny bokap lagi, which means they have been raised by a single parent. Or else, cerita cowo gw ttg hidupnya dulu waktu msh jadi student, yg sambil iseng2 buka business and kerja part-time. Singkatnya, masing2 orang ternyata pernah ngalamin masalah ini itu, yg artinya dalam hidup itu, ga ada yang namanya manusia tanpa masalah.

Mungkin selama ini kita suka ngerasa kalo hidup org lain itu kyknya lbh enak drpd hidup kita. Kalo ngeliat temen kita yang lebih kaya, kita bisa ngiri n pny imajinasi kl jadi kyk temen kita, pst hidupnya enak, bisa beli apa aja n hidup bs jadi jauh lbh mudah. Atau, kalo ngeliat temen kita yang lbh pinter, or kerjanya lbh bagus dr kita, kita bisa ngiri and ngerasa pasti mrk hidupnya lbh enak dr kita.

Kalo ga salah inget, gw pernah dgr suatu 'teori' yang bilang, kalo selama ini, kita itu ngeliat 'hasil' daripada 'proses'. Hmm..mksdnya begini, kalo kita ngeliat hidup temen kita yang udah sukses, kita itu sbnrnya ngeliat 'hasil' dari perjuangannya sampai bisa mencapai kesuksesan itu. Tapi, kita sndiri ga kepikiran buat ngeliat ato ngebayangin perjuangan temen kita. Well, ga tau sih salah atau bener, tp kalo emg hypothesis kyk gitu beneran ada, ga salah juga sich, bahwa selama ini manusia itu cuma mentingin outcome, rather than the process itself.

Yah, moral ceritanya, stlh gw dgr cerita bbrp orang yang gw kenal, gw jadi ngerasa bahwa hidup gw ini belum ada apa2nya. Hidup gw yg selama ini ud gw anggep sebagai suatu perjuangan, ternyata cuma kyk sepersepuluh dari usaha orang2 lain dalam ngadepin perjuangan hidup. Jadi, mstnya gw ga boleh ngeluh or meratapi nasib, coz sbnrnya hidup gw itu belum menantang. Istilah gunung, hidup gw baru sampai di kaki gunung, sdgkan org lain mgkn ud ada yg prnah ngalamin puncak gunung, atau ada yg lagi mendaki gunung yg notabene lg berjuang keras buat bisa ke atas. Jadi, mungkin seharusnya, gw bisa berusaha lebih gigih lagi kl gw pgn sukses 'menaklukkan' gunung.

Intermezzo:


@Buddha's Bday Festival (10.05.09), ini hasil karya gw ngelukis lampion. Iseng2 ngelukis stlh 10 taon semenjak gambar pake crayon wkt SD. Not too bad lah, hehe.. :)