Akhirnya gw ketemuan jg ama tmn gw yg dtg dr US. Pertama, kita ktmuan di salah satu shopping centre di city. Sambil ditemenin ama nyokap n tantenya, kita ngobrol2 santai di sebuah kafe. Tapi ga lama kemudian, sayangnya mrk ud hrs pulang ke rumah. So, we made another meet-up on Sunday in Darling Harbour.

Ternyata, di Darling Harbour lagi ada yg namanya Jazz & Blues Festival. Jadi, di sekitar Tumbalong Park, sebuah taman luas di samping Darling Harbour, di pinggir sungai, di sebelah shopping centre Harbourside, byk bgt panggung2 kecil yg nawarin konser2 jazz yg asik tapi santai. Blum lagi, byk juga pengamen2 jalanan yg nawarin atraksi2 menarik kyk di sirkus2 gitu, sperti org bersepeda dgn satu roda, org yg bisa niupin api, dll. Ditambah lagi, Sydney Sky View, sebuah komedi putar raksasa yg ud selesai dibangun n berdiri gagah di depan Chinese Garden and Sydney Convention Centre. Sbnrnya sih menurut gw, penempatannya kurang strategis, krn kesannya jadi kyk maenan biasa yg ad di Dufan ato taman hiburan pd umumnya. Mungkin mstnya dibuat sebuah area khusus kyk Singapore Flyer, jadi bisa narik pengunjung lbh byk ato istilah straightforward, bisa 'nipu' tourists2 dengan higher charges hehe...
Anyway, akhirnya hr Minggu kmrn, gw nemenin tmn gw jln2 keliling city sambil ditemenin salah seorang tmnnya yg pindah dr SF n ambil Master course di Sydney . Sorenya, kita pergi ke Circular Quay buat nunjukin mahakarya seorang arsitek yg sering bgt ditunggu2 para turis buat dikagumi, yaitu apalagi kalau bukan, Opera House. Untungya, kita sampe sekitar jam 5, which means the sky is getting darker, jadi warna langitnya bagus bgt khas warna senja yg orange and kemerah2an. Tapi, itu juga dibarengin am angin yg kencengnya minta ampun, ngebuat badan jd menggigil n suhu udara menurun drastis I guess.
Tapi gpp, rasa dingin itu jadi terlupakan karena pemandangan Sydney City yg keren bgt ketika akhirnya langit jd gelap sepenuhnya. Dari bagian atas Opera House, kita bisa ngeliat hampir keseluruhan pemandangan Sydney City yg penuh dgn gedung2 tinggi ternama, mulai dr hotel bintang lima sampe gedung perkantoran kepunyaan international companies. Selain itu, ternyata saat itu, Opera House lagi disorot ama seberkas cahaya dr seberang, yaitu dr gedung Overseas Passenger Terminal. Cahayanya berwarna hijau yang bentuknya, kalo anak bule blg, mirip bakteri.

Setelah itu, kita pun beranjak ke daerah The Rocks, yg letaknya di sisi lain Circular Quay, berseberangan dgn Opera House yang dibatasi dengan Sydney Harbour. Di sisi kanan jalan menuju The Rocks, terdapat sebuah museum yaitu, Museum of Contemporary Arts. Nah, uniknya, gedung ini juga lg disorot oleh berkas2 cahaya yg kyknya berasal dr daerah Opera House. Cahayanya bisa berganti2, pertama oranye, kemudian merah seperti warna dinding bata, hijau, ungu, dll. Begitu juga dgn Opera House di seberang sana, cahayanya jg berganti selang bbrp menit.
Begitu juga The Rocks yg entah kenapa, penuh dgn lightning di mana2. Bangunan2 yg berada di sana layaknya bangunan2 zaman kolonial atau bergaya Eropa. Jadi, byk terdapat cafe, bar, dan restoran ala Western style, even toko2 branded like Luis Vitton, Burberry etc numplek di The Rocks. Jadi, bayangin aja pemandangan yg ditawarkan oleh sinar2 cahaya yg disorot ke beberapa bangunan, seakan2 ad sebuah lukisan bayangan yg dihasilkan oleh perpaduan warna dan bayangan pepohonan di sekitarnya. It is really Biu-Ti-Pul...
Ternyata, usut punya usut, di Sydney emg lagi diadakan sebuah festival, namanya VIVD Sydney. It is an international music and light festival that is held up to 14 June. Jadi, ga heran kalo gw bisa nemuin Jazz Festival and heaps of lightnings around buildings. Penasaran? Nah, kalian bisa liat bbrp2 foto yg gw ambil dr Internet. Dan gw bisa bilang, pemandangan aslinya ga kalah keren ama foto2 yg mungkin ud diedit sampe jd keren bgt kyk gitu.




No comments:
Post a Comment