05 June 2009

The 6 Dimensions of The Top Achievers - Arthur F. Carmazzi & David M. Rogers

Lanjutan dari posting gw sebelumnya, gw smpet baca buku ini satu buku penuh wkt gw iseng2 mampir ke Sydney City Library. Then I tried to make a brief summary here to what I read and it might give us some understanding or helpful tips for achieving success in our life.


Buku ini secara singkat ngejelasin 6 Dimensi yang harus kita lakukan kalau mau jadi orang sukses. Mungkin similar ama buku2 yg suka nawarin cara2 menempuh sukses, still, buku ini menarik bgt buat gw. Diceritakan seorang Senior Manager yg msh berusia 29 yrs old, mulai bosan ama hidup n pekerjaannya, dan suka ngrasa org2 lain yg kliatannya lbh 'bodoh' or lbh muda darinya bisa jauh lbh sukses dibandingin am dirinya sndiri. Dia mulai bertanya2 apa sebabnya. Kemudian, mulailah perjalanan dia mencari jawabannya. Dimulai dgn transfer kerja ke Singapore, ketemu client yg notabene berusia lbh muda bbrp tahun tapi telah mjd seorang pengusaha catering sukses di Singapore. Dari client inilah, dia mulai belajar ttg 6 Dimensi, yaitu Anti-Gagal, Disiplin, Motivasi, Persuasi, Visibilitas, dan Finansial.

1. Anti Gagal

Anti-Gagal maksudnya bukan berarti ga boleh gagal. Melainkan, kita sebaiknya memberdayakan kegagalan yg kita alami menjadi suatu pelajaran berharga untuk bisa mencapai kesuksesan. Dimulai dr rasa percaya diri yg harus ada, untuk bisa menumbuhkan ato mengembangkan potensi dalam diri kita. Kemudian potensi kita akan membuat kita melakukan suatu tindakan yang nantinya membuahkan sebuah hasil. Hasil ini juga akan mempengaruhi besar keyakinan kita akan suatu hal atau dgn kata lain, mempengaruhi rasa percaya diri kita dan kemudian berputar kembali spt siklus. Intinya, sebuah hasil dari suatu tindakan kita yang ternyata tidak sesuai dgn harapan kita, bukanlah suatu kegagalan, melainkan sebuah pelajaran berharga untuk memajukan diri kita sendiri sampai mencapai tingkat sukses.


Yang cukup menarik, disebutkan juga ajaran Sang Buddha yang mengatakan bahwa "Hidup itu penuh dengan penderitaan", dan kalau kita bisa memahami penderitaan yang kita lalui, pada akhirnya kita akan bisa melampauinya. Mungkin maksudnya, dengan terus mengalami kegagalan, dan memahami bahwa kegagalan itu adalah suatu pelajaran, lama kelamaan kita akan bisa menjadi anti alias kebal dengan kegagalan.

2. Disiplin

Kemudian untuk mencapai suatu kesuksesan, kita harus pny yg namanya kedisiplinan diri. Selalu konsisten terhadap apa yang seharusnya kita kerjakan (juga tanggung jawab), juga seyogyanya kita bisa pny skills in terms of manajemen waktu, organisasi, dll. Bisa dimulai dari hal-hal kecil yg kerap kita lakukan setiap hari, contoh paling gampang bangun pagi. Dikatakan bahwa dengan bangun lebih awal (dan tidur cukup tentunya), kita bisa menjalani hari dengan bersemangat dan penuh energi, karena kita bisa merencanakan aktivitas kita dgn baik mulai dari pagi hari.

Selain itu, kita juga harus selalu menyelesaikan apa yang udah kita mulai. Ini menunjukkan konsistensi kita terhadap orang lain atau diri sndiri. Misalkan, kita telah berjanji kepada salah seorang colleague untuk membantunya menyelesaikan suatu project. Ternyata, kita sibuk dan mulai merasa bahwa project itu sbnrnya bukan bagian dari tugas kita. Well, sebaiknya kita tetap membantunya, sesuai dgn apa yang telah kita katakan sebelumnya. Tentunya, ini juga mempengaruhi rasa kepercayaan orang lain terhadap diri kita. Jadi, sebaiknya, always get done to what you have started.

3. Motivasi

Seringkali, kita merasa tidak termotivasi dalam mengerjakan sesuatu. Misalnya, kita mulai merasa bosan dgn pekerjaan kita, dan mulai merasa bahwa apa yang kita kerjakan sptnya tidak bermanfaat untuk mencapai tujuan hidup kita. Dikatakan bahwa sebenarnya hal-hal terkecil sekalipun yang kita kerjakan mempunyai manfaat untuk hidup kita. Masalahnya di sini adalah cara berpikir. Di mana setiap hal mempunyai dua sisi, yaitu sisi terang dan sisi gelap.

Kalau kita merasa pekerjaan kita tidak relevant, bagaimana kalau kita mengubah cara pandang dengan melihat sisi positif dari pekerjaan kita. Misalnya, mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja, juga bisa meningkatkan kualitas dari hasil kerja dan mempersingkat waktu pengerjaan, karena seyogyanya kita telah lebih memahami apa yang harus dikerjakan dan dapat mengerjakannya hingga optimal. Jadi, untuk hidup kita generally, kita akan pny high skill in terms of providing high quality and efficient result.

4. Persuasi

Dikatakan bahwa kita sebaiknya pny keterampilan berbicara di depan publik sehingga kita bisa mempersuasi orang (in positive thing, of course). Kemampuan berkomunikasi dengan baik itu sangat penting, karena kemampuan ini bisa memberikan dampak signikan terhadap tingkat kesuksesan. Misalnya, kita sedang merintis sebuah usaha yang menjual alat-alat elektronik. Layaknya seorang salesman atau pedagang, kita mulai menawarkan produk2 tersebut kepada orang2 di sekitar kita, termasuk orang2 yg baru kita kenal. Jika kita tidak berkomunikasi dgn baik, kita tidak akan bisa meyakinkan mereka untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Selain itu, kita kerap kali memberikan informasi terhadap 'calon pembeli' ttg apa yang kita inginkan jika kita bisa menjual produk tersebut. Semestinya, kita bertanya dulu kepada mereka ttg apa yang mereka butuhkan, kemudian mengarahkan mereka sehingga seakan2 mereka membutuhkan barang yang ditawarkan. Ini bukan manipulasi, melainkan mencoba memahami apa yang dibutuhkan oleh 'calon pembeli' dan mencoba menawarkan solusi pemenuhan kebutuhan dengan produk yang ditawarkan.

Dan sebelum bisa mempersuasi orang, sebaiknya kita memahami dulu karakter dari lawan bicara kita. Apakah dia lbh fokus terhadap visual (gambar atau imajinasi), audio (suara) atau kinetik (sentuhan, perasaan). Atau, apakah dia orang yg fokus terhadap org2 di sekitarnya (cth: aware dgn produk2 yang lg in krn temen2 juga pny produk itu), fokus trhadap aturan2 yg berlaku dlm masyarakat, atau orang yg suka pny byk konsep dan sering kali 'memaksakan' org lain untuk ikut serta dlm mewujudkan konsep2 tersebut. Dengan adanya pemahaman tersebut, kita baru bisa memberikan suatu pengaruh yang efektif.

5. Visibilitas

Visibilitas itu penting untuk orang sukses atau dalam perjuangan mencapai kesuksesan. Kita butuh yang namanya Public Relation. Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa kita sebaiknya punya skill utk berbicara di depan publik. Nah, misalnya aja, kita lagi berada di salah satu seminar, undangan, atau sebuah event yang mengundang cukup byk org sukses, terkenal, dll. Kalau kita pny keterampilan berbicara yg baik, kita bisa melakukan pendekatan dgn org2 tersebut. Dan, who knows? Mungkin, di masa depan, salah satu dr mereka bisa membantu kita dalam perkembangan bisnis kita atau membantu kita untuk leveraging our reputation.

6. Finansial

Tidak lepas dari kelima dimensi, yaitu dimensi finansial atau keuangan. Ya, money is important. Bukan berarti kita mst memprioritaskan uang, tapi di sini diartikan bahwa kita seharusnya pny pemahaman bahwa keperluan keuangan itu penting. Apapun definisi uang, entah sebagai alat tukar, alat pemenuhan kebutuhan, melambangkan kebebasan, suka cita, dll, uang memang dibutuhkan. Tapi, ingat, kita harus bisa mengelola uang dengan baik dan benar.

Disebutkan prinsip-prinsip dasar ttg uang, seperti pemahaman dasar bahwa uang itu penting; pengeluaran harus selalu lebih kecil daripada pemasukan; kelebihan pemasukan (setelah dikurangi pengeluaran) hendaknya ditabung; jumlah tabungan hendaknya dijadikan investasi (i.e.: saham, obligasi, income property, reksa dana); dll.

Investasi itu dikatakan penting, jika kita ingin mencapai tingkat jaminan finansial sampai tingkat bebas dr mslh finansial. Oh ya, disebutkan jg bahwa kita harus ingat dgn istilah Compounding Rate and Dollar Cost Average. Misalnya, compounding rate mengingatkan kita untungnya berinvestasi atau menabung sejak dini. Misalnya, jika kita menabung $200/bulan sebelum usia 30 th, kita akan bisa mendapatkan uang sejumlah kurang lebih $700 ribu pada umur 65. Intinya, semakin dini kita menabung (dgn jumlah uang tertentu), kita bisa mendapat jumlah yang lumayan di hari tua dengan catatan akan adanya compounding rate.

Diingatkan juga untuk selalu mengatur keuangan kita. Bisa dimulai dengan cara sederhana, seperti membuat tabel berkolom 2, yaitu Cash Inflow and Cash Outflow setiap bulan. Dari situ, kita bisa mengontrol dan memprediksi jumlah pengeluaran yg dibutuhkan dan jumlah uang yang bisa ditabung / diinvestasikan.

Well, begitulah kira2 summary gw ttg buku itu. Overall, gw tertarik bgt ama prinsip2 yang disebut di dalam buku. Prakteknya sih pasti ga segampang nulis, tapi ga ad salahnya kan kl gw mulai coba dr skrg. Ga usah muluk2, dimulai dr rasa percaya diri yang hrs dikembangkan biar bisa jadi manusia anti-gagal :)

No comments:

Post a Comment